Friday, October 12, 2007

Mengapa harus Al-Qur'an yang jadi sumber dari segala sumber hukum Islam????

Pertanyaan itu sering terlontar dari seseorang yang cinta terhadap kitab suci mereka

Ada 2 jawaban pokok yang akan menjawabnya :

1. Al-Qur'an menjadi sumber dari segala sumber hukum sebab Al-Qur'an adalah satu-satunya sumber hukum yang Allah sendri yang akan menjaganya sampai hari akhir. dan penjagaan itu berlaku sejak pertama kali Al-Qur'an diturunkan, kata Allah "Sesungguhnya kami yang menurunkan Al-Qur'an dan kami sendiri yang akan menjaganya". sehingga sampai kapanpun Al-Qur'an tidak akan mampu dirubah maupun dimusnahkan.

2. Al-Qur'an berbicara banyak tentang kehidupan manusia, dan sampai kapanpun bahasan Al-Qur'an akan selalu relevan dengan kehidupan manusia. Al-Qur'an peduli terhadap pendidikan, maka Al-Qur'an membahas bagaimana pentingnya belajar dan mengajar, Al-Qur'an peduli pada kemsyarakatan maka Al-Qur'an berbicara bagaimana bersikap santun terhadap sesama, kalau Al-Qur'an peduli terhadap kesehatan maka Al-Qur'an berbicara mengenai bagaimana mengatur pola makan yang benar. tidak sedikit kitab yang mengulas mukjizat dan kelebihan Al-Qur'an. kalau seandainya saat ini ada sesuatu yang menurut kita tidak relevan dengan Al-Qur'an, hal tersebut hanyalah karena keterbatasan akal pikiran manusia

Mudah-mudahan hidup kita selalu diwarnai dengan cahaya Al-Qur'an Amiiinnnnn

Taraweh di Rutan Medaeng

Sehari menjelang idul fitri, Alhamdulillah saya mendapat kesempatan utk taraweh bersama para tahanan di Rutan Medaeng. saat di pintu masuk, yang ada di benak saya adalah wajah-wajah sangar mereka, tato di sekujur tubuh, rambut panjang, sikap yang kurang mengenakkan. tapi semua itu berbalik menjadi rasa haru dan tangisan dalam hati saya saat duduk bersama di dalam masjid.peci putih,rambut rapi, alunan puji-pujian terlantun dari mulut mereka, Subhanallah.... dalam hati saya "Ya Allah, saya tahu bahwa keberadaan mereka disini juga karena Mu, tentu ada perubahan yang Engkau inginkan dari mereka, dan semua itu adalah bentuk Kasih Mu Ya Allah... Klo memang ibadah dan hati mereka jauh lebih baik dari saya Ya Allah.. Berilah saya kekuatan dan hidayah agar dapat seperti mereka Ya Allah.... mereka dsini bukan berarti mereka lebih buruk dari saya kan Ya Allah...??? Engkau Maha Kuasa dan Maha Berkehendak"

Etika beribadah

Setiap ibadah memiliki etika, dan kunci keberhasilan suatu ibadah adalah paham betul karakter dan etika ibadah tersebut.

Etika salat ialah khusyu' dan tuma'ninah
Etika haji ialah sabar dan rendah hati
Etika zakat dan sedekah ialah ikhlas dan tidak mengungkit-ungkit pemberian
Etika puasa ialah menahan segala larangan Allah serta menahan lapar dan haus

Etika tersebut akan hanya bisa kita pahami dengan cara belajar dan belajar. maka barangsiapa yang tidak belajar bagaimana etika dan karakter masing-masing ibadah tersebut, maka kecil kemungkinan ibadah tersebut berhasil

Apakah benar puasa meningkatkan produktivitas kerja???

Suatu ketika saya pernah mendengar seorang penceramah mengatakan,ramadlan apabila dikerjakan dengan serius akan mampu meningkatkan produktivitas kerja, kemudian penceramah tersebut mengemukakan beberapa argumen, dan berusaha mengaitkan dengan beberapa teori-teori supaya logis dan masuk akal. kemudian pertanyaan saya adalah kerja seperti apa dulu??yang pake' otak, pake' otot atau keduanya???

Bgmn mnrt anda??klo saya sih krg setuju dengan pendapat tersebut. bagi saya setiap perintah ibadah agar maksimal harus disikapi dengan pendekatan iman,kalaupun seandainya dilakukan dengan pendekatan rasional dan cocok, hal tersebut hanyalah sebagai penguat saja. maka tidak salah apabila Allah dalam sebagian besar perintahnya dalam Al-Qur'an selalu mengatakan "Hai orang-orang yang beriman...........". ada sabda Nabi yang artinya "Akan rusak suatu agama apabila selalu dikaitkan dengan akal pikiran manusia". bnyak sekali perintah agama yang bagi kita mungkin tidak masuk di akal, sebagai contoh perintah wudlu, apakah logis dubur kita yang kentut kok yang dibasuh muka??mengapa jumlah rakaat salat wajib harus 2,3 dan 4??mengapa Allah memerintahkan puasa bknny diganti dengan sedekah dengan nominal tertentu jauh lbh bermanfaat?? pertanyaan2 itu hanyalah sebagian kecil dari perintah agama yang tidak masuk di akal. tetapi justru karena itulah Allah ingin mengetahui kadar keimanan hambanya. dan muda2hn semua rahasia Allah nantinya akan terkuak....

Yang susah, yang sedih. siapa yang salah???

Idul Fitri telah tiba, tentu diantara umat Islam ada yang menyambutnya dengan suka cita, ada pula yang
yang sedih. mereka yang bahagia dengan datangnya idul fitri menganggap bahwa hari kemenangan telah tiba, sepatutnya dirayakan dengan kemeriahan, sedang mereka yang sedih merasa kesempatan ibadah yang begitu besar telah berlalu, dimana setiap ibadah akan dilipatgandakan pahalanya, berbeda dengan hari-hari diluar ramadhan. manakah diantar keduanya yang benar???

Habib Abdullah bin 'Alwi alhaddad dalam kitabnya "Nasihat Agama dan Wasiat Keimanan" membahas tersendiri tentang Raja' (Harapan) dan Khauf (Cemas/ketakutan), setiap jiwa manusia memiliki keduanya, menurut beliau seorang mukmin sejati adalah mereka yang mampu menyeimbangkan antara harapan dan kecemasan. seseorang yang penuh harap saja terhadap ibadahnya dan yakin bahwa ibadahnya akan diterima Allah, cenderung kurang berhati-hati dalam beribadah, sebaliknya seseorang yang tingkat kecemasannya tinggi, lebih dominan daripada tingkat harapnya akan cenderung kurang berani dalam melangkah. dan mukmin ideal adalah mereka yang mampu menyeimbangkan keduanya.

Kesenangan dalam idul fitri akan sia-sia tanpa diiringi prestasi ibadah yang memuaskan, kesenangan datangnya idul fitri saja tanpa dibarengi kesedihan akan berlalunya ramadhan, membuat seseorang terlena akan kebahagian sesaat dr perayaan idul fitri, dan sebaliknya kesedihan yang berlarut mengenai berlalunya ramdhan akan membuat pikiran dangkal, dan tidak mampu melihat jauh kedepan. Presatasi yang kita persembahkan kepada Allah tidak selalu diukur dari hasil yang telah kita peroleh, atau kuantitas dan kualitas dari ibadah kita, sebab Allah tidak pernah melihat itu, yang Allah apresiasi adalah usaha atau proses kita meraih prestasi tersebut. kalau sejak awal ramadhan sampai sekarang kita belajar Al-Qur'an dan belum lancar, maka yang Allah akan nilai adalah usaha kita dalam belajar tersebut, kalau sejak awal ramdhan sampai detik ini kita tidak bisa memberi sesuatu terhadap sesama, dan hanya bisa bersikap santun, maka sikap itulah yang akan Allah nilai. Tidak sedikit diantara para sahabat yang diimpikan masuk surga hanya karena masalah-masalah yang kecil tetapi dilakukan dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan istiqamah. Sebagai contoh, ada sahabat yang diimpikan masuk surga hanya karena amal beliau menjelang tidur, sebelum beliau tidur beliau selalu meluangkan sedikit waktunya untuk merenung dan berdoa kepada Allah " Ya Allah, hari ini pasti ada kesalahan yang aku perbuat kepada Mu, maka berikanlah amupunan Mu Ya Allah, kalau hari ini aku ada salah terhadap orang-orang di sekitarku, mudahkanlah aku untuk memperoleh maaf mereka Ya Allah, dan sebaliknya apabila ada kesalahan mereka terhadapku, maka dengan lapang dada aku maafkan mereka Ya Allah"

Amal yang kecil tetapi dilakukan dengan istiqamah, sunggguh-sungguh dan ikhlas akan mengantarkan seseorang ke derajat yang lebih tinggi dihadapan Allah.