Monday, January 7, 2008

Kesejahteraan Guru meningkat

"Gaji guru akan naik 1 kali gaji dalam tiap bulannya" (Jawa Pos, 08/01/2007) Kabar ini adalah kabar gembira, akan lebih menggembirakan lagi apabila benar-benar terlaksana. Harapan kita dengan naiknya gaji tersebut, para guru lebih memiliki tanggung jawab dalam mendidik, mereka merasa lebih bertanggung jawab terhadap anak didiknya. Mereka benar-benar menjadi pendidik bukan sekedar pengajar yang hanya sekedar memindah ilmu, tetapi tujuan akhir pendidikan mereka adalah ilmu yang bermanfaat. Naiknya gaji guru tersebut akan menggembirakan lagi apabila disertai dengan karya-karya yang cemerlang, sehingga kebijakan pemerintah (apabila terlaksana) untuk menaikkan gaji guru tidaklah sia-sia

Power and Priviledge

Saat menunggu sepupu saya di ruang observasi rumah sakit, saya berbincang dengan seorang bapak yang sedang menunggu istrinya setelah melakuan operasi pernafasan, operasi tersebut dilakukan setelah istrinya melahirkan dan bayinya tidak dapat terselamatkan, kemudian diketahui bahwa ada gangguan pernafasan pada si istri. "Sudah jatuh, tertimpa tangga" mungkin pepatah ini sangat pas untuk bapak tersebut. Pekerjaan serabutan yang kerjanya aja gak jelas, apalagi duitnya. Ditambah lagi beban ditinggal mati putranya yang baru lahir, ditambah lagi beban biaya yang nanti harus ditanggungya pasca operasi. Huhh.... kasiannya si bapak ini....
Kalau boleh meminjam istilah lelya Green "Technology relationship between power and priviledge" bahwa penguasaan teknologi akan mempengeruhi kekuatan dan keistimewaan seseorang, mereka yang melek teknologi akan berbeda dengan mereka yang gagap teknologi. Mereka yang bisa memanfaatkan teknologi akan berpotensi untuk mendapat kekuatan dan keistimewaan. Uniknya, di Indonesia juga berlaku sebaliknya. Hanya mereka yang memiliki kekuatan dan keistimewaan lah yang mampu memanfaatkan teknologi. Bagaimana mungkin anak jalanan dapat menggunkan internet, kalau untuk makan hari itu saja mereka bingung. hehe.... unik kan??
Saya tidak akan banyak membahas itu, kalau konsep Lelya Green berkenaan dengan teknologi, maka dalam kehidupan sehari-hari terutama di Indonesia lebih tepatnya "Power and priviledge relationship between power and priviledge". Mereka yang memiliki kelebihan lah yang akan mendapat keistimewaan. Layanan kesehatan yang bagus hanya akan didapat oleh mereka yang berkantong tebal, fasilitas pendidikan yang memadai hanya akan didapat dengan biaya yang tinggi. Sulit bagi mereka yang hidupnya pas-pas an untuk mendapat layanan kesehatan dan pendidikan yang layak

Patent, Law and Copyright

Sejak 2006 Indonesia telah keluar dari priority watch list (PWL), negara yang patut diawasi dalam hal pelanggaran hak atas karya intelektual. Mudah-mudahan tahun ini Indonesia tidak lagi masuk di daftar PWL, sebab hal ini cukup merisaukan, predikat tersebut berdampak pada iklim investasi di Indonesia. Meningkatnya pembajakan atas karya intelektual orang lain membuat ciut nyali seniman, pencipta lagu, penulis, programmer, atau siapa saja yang menghasilkan sebuah karya untuk selalu mengembangkan karya mereka. Karya yang dihasilkan dengan susah payah akan dapat dimanfaatkan orang lain tanpa adanya rewards atau apresiasi sedikitpun. mereka dapat dengan mudah mendapatkan crack/key software tertentu hanya dengan download, sehingga pengguna software tersebut menjadi registered, mereka dapat dengan mudah mendapatkan music mp3/mp4 hanya cukup dengan download di site-site tertentu.
Kondisi ini sangat meprihatinkan. Sehingga saya sering berfikir, apakah ini yang menyebabkan negara kita sulit untuk berkembang. Bagaimana mungkin negara kita akan dihargai dan dihormati negara lain, kalau bangsanya tidak mampu menghargai dan menghormati karya negara lain. Saat mengaji di waktu waktu kecil saya ingat betul apa yang dikatakan oleh guru saya "Apapun yang dihasilkan dengan cara yang tidak benar, maka hasilnya adalah haram atau dosa, dan hasil tersebut tidak akan semaksimal apabila kita meraih sesuatu tersebut dengan cara yang benar". Bagaimana ilmu kita bisa manfaat, kalau tool (alat) nya aja gak bener.

Dalam buku-buku yang membahas technology and society selalu membahas tentang patent, law and copyright, entah itu dalam chapter tersendiri maupun hanya dibahas tersirat saja. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya penghargaan atas karya intelektual orang lain. Beberapa hal menurut saya yang menyebabkan suburnya pembajakan di Indonesia :

  1. Kurangnya apresiasi terhadap mereka yang menghargai karya intelektual orang lain, sehingga penghargaan tidak hanya diberikan kepada mereka yang berkarya, tetapi juga mereka yang menghargai karya. Selama ini music yang beredar di internet dan didapatkan secara gratis tidak berbeda kualitasnya dengan music yang kita beli di toko-toko CD atau kaset. Kelebihan mereka yang menggunakan windows asli hanya mendapat update windows genuine advantage. Pembeda yang tidak begitu banyak antara mereka yang membajak dan membeli, membuat seseorang lebih condong untuk membajak. Semestinya ada penghargaan khusus, atau pembeda yang menonjol bagi mereka yang bisa menghargai karya intelektual orang lain
  2. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan media baru (internet) memberi membawa angin segar bagi para pembajak. Lemahnya undang-undang cyber (cyberlaw) kita membuat mereka dapat berlaku bebas. Undang-undang yang ada saat ini tidak akan bisa menyentuh kejahatan yang ada di dunia maya. Keterbatasan SDM kita menyebabkan sulitnya penegakan undang-undang cyber di negara kita
  3. Tingginya cost untuk mendapatkan sesuatu yang asli juga menjadi pemicu tingginya angka pembajakan di Indonesia
  4. Faktor terakhir yang memicu tingginya angka pembajakan adalah, kurangnya teladan dari atasan-atasan kita untuk selalu menghargai karya orang lain

Saya pribadi bukan seorang yang benar-benar lepas dari pembajakan, setidaknya pernyataan saya bahwa pembajakan adalah sesuatu yang tidak benar dan dosa adalah hal terkecil yang bisa saya lakukan.

Tuesday, January 1, 2008

Selamat datang 2008

Ditiupkannya terompet dengan keras, dinyalakannya kembang api dan diiringi dengan sorak sorai masyarakat dari segala lapisan, menandakan kebahagiaan mereka akan datangnya tahun baru 2008, tentunya semua itu diiringi dengan harapan-harapan besar di tahun 2008. Berdasarkan hasil survey dapat dilihat bahwa perubahan terbesar yang diharapkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia adalah perbaikan ekonomi dan perbaikan kesejahteraan hidup (Kompas Senin,31/12/2007). Apakah mungkin hal itu bisa terwujud?. Pertanyaan yang sulit untuk dijawab, dan tidak ada satupun yang menjamin prediksi mereka masing-masing. Allah menjelaskan dalam Al-Qur'an "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib seseorang, kecuali mereka awali dari diri mereka sendiri". Perubahan dan perbaikan hidup hanya ditentukan oleh diri kita sendiri. Bantuan operasional sekolah, bantuan kesehatan bagi keluarga miskin, subsidi BBM hanyalah komponen penyokong atas perubahan dan perbaikan hidup kita, bukan komponen utama. Komponen utamanya adalah kerja keras dan do'a dari diri kita masing-masing. Kalau anda saat ini menjadi guru, jadilah guru yang penuh tanggung jawab dan penuh karya, kalau anda saat ini jadi tukang becak, jadilah tukang becak yang santun dan tangguh, kalau saat ini anda seorang pengusaha, jadilah pengusaha yang jujur, amanah dan peka terhadap sekitar. Perubahan besar akan selalu diawali dengan perubahan-perubahan kecil.
Mereka yang berhasil di tahun 2008 adalah mereka yang mampu menjadikan kesalahan-kesalahan di 2007 sebagai pembelajaran dan bahan evaluasi diri, dan melihat kebaikan-kebaikan di 2007 sebagai trigger (pemicu) untuk lebih baik lagi. Mudah-mudahan di 2008 kita termasuk orang-orang yang berhasil. Amiiinnn.....