Tuesday, February 26, 2008

CSR Vs PSR

CSR (Corporate Social Responsibilty/tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan hajat hidup manusia) sdh menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan besar. Bahkan CSR seakan menjadi kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang bergerak di bidang apapun. CSR memberi kontribusi yang tidak sedikit terhadap perubahan hidup manusia, beberapa bentuk CSR yang telah dilakukan oleh beberapa perusahaan antara lain : GAP (perushaan garmen yang berpusat di Amerika) berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat di Afrika pedalaman yang sebagian besar buta aksara, dan berhasil. Aqua (Anak perusahaan danone, perusahaan penyedia air mineral) menyisihkan sebagian keuntungannya untuk disumbangkan ke masyarakat kurang mampu di pedesaan, Intel dan Microsoft (Raksasa perangkat keras dan lunak) berupaya menyediakan laptop murah berspesifikasi standard sesuai dengan kebutuhan office ($100) dengan program CSR mereka OLPC (One Laptop Per Child) terhadap anak-anak kurang mampu di beberapa negara berkembang dan negara-negara terbelakang sebagai upaya Computer Literacy (melek komputer). Semua itu adalah bagian dari CSR dari masing-masing perusahaan, tujuannya sama sebagai bentuk kepedulian sosial mereka terhadap sesama, hanya mungkin cara dan isinya yang berbeda. Terlepas dari apakah kegiatan mereka murni sebagai bentuk kepedulian sosial ataukah hanya sebagai upaya image building, yang pasti apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang mulia dan patut kita apresiasi.

Kalau dalam sebuah perusahaan, Good Corporate Governance dibangun dengan pondasi Good Corporate Culture, maka saya melihat CSR dibangun dengan pondasi Personal Social Responsibility (PSR), artinya sebuah program CSR tidak akan optimal apabila semua komponen taratas perusahaan tersebut (owner, policy maker maupun decision maker) tidak memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Sebagai contoh, berapa banyak dari kita yang tahu bahwa Bill Gates (owner microsoft) memiliki yayasan sosial yang didanai penuh oleh nya, hal ini menunjukkan hubungan erat antara kepibadian pengembang sebuah perusahaan dengan konsep-konsep CSR yang hendak diwujudkan. Pengembang perusahaan yang memilki kepedulian sosial yang tinggi hampir bisa dipastikan memilki konsep CSR yang matang, berisi dan bermanfaat, dan sebaliknya. Pengembang perusahaan yang rendah kepekaan sosialnya, maka konsep CSR yang akan dilakukannya pun akan datar-datar saja, kalaupun konsep yang mereka lakukan bagus, mungkin hasilnya akan menguap begitu saja dan tidak berbekas sedikitpun.

Dalam Islam kita mengenal sosok Nabi Muhammad SAW, beliau adalah contoh yang berhasil mengembangkan PSR, sebagian besar keberhasilan Islam dibangun oleh keteladanan beliau. Apa yang beliau sabdakan patut kita jadikan acuan "Sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberi manfaat bagi orang-orang di sekitarnya".