Tuesday, June 17, 2008

KPUD Jatim Kebobolan, Payah.......


"Klo mau cari programmer dan hancker handal, carilah orang Indonesia", setidaknya ungkapan itulah yang akan diucapkan dunia apabila Indonesia memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh programmer-programmer kita. Barangkali sudah lupa dari ingatan kita beberapa kasus kejahatan cyber yang pernah dilakukan oleh warga kita, sebut saja Dani Firmansyah yang dapat dengan mudah melakukan aksi defacingnya (pengubahan tampilan) terhadap web KPU, tidak ada kerusakan database atau hilangnya data dari web tersebut, yang dilakukan Dani hanyalah memberi peringatan kepada KPU bahwa web mereka belum aman 100%. Kemudian disusul hebohnya penangkapan Buyung alias Sam, pelaku pembobol kartu kredit asal Jawa Barat, yang ternyata telah melakukan pembobolan kartu kredit dalam jumlah milyaran dalam kurun waktu 1 tahun. Dan tidak kalah uniknya adalah terciduknya Wenas, hacker asal Indonesia yang tertangkap di Singapura, dan hal ini adalah pertama kalinya hacker Indonesia diadili di negeri asing akibat ulahnya melakukan aktivitas illegal terhadap dua perusahaan asing di Singapura. Yang membuat sedikit meringankan Wenas adalah usia Wenas yang pada saat itu masih berusia 15 tahun.
Bagaimana??? hebat ya orang Indonesia........
Seandainya pemerintah memberikan fasilitas dan apresiasi lebih kepada mereka yang memiliki kemampuan lebih di bidang teknologi, pasti Indonesia kaya pakar teknologi, dan kedepan akan membawa nama besar Indonesia di pentas teknologi dunia. Bukan tidak mungkin Indonesia menjadi gudang pakar security system dalam sebuah perusahaan transnasional, dan mungkin bukan hal yang sulit bagi Indonesia untuk menciptakan teknologi-teknologi kelas dunia seperti yang saat ini mulai dilakukan India, Cina, Vietnam dan Taiwan.

Wednesday, June 11, 2008

FKI (Festival Komputer Indonesia)


Serempak FKI (Festival Komputer Indonesia ) dihelat di beberapa kota besar di Indonesia sejak 11-15 Juni 2008. Berbagai promo diberikan untuk menarik pengunjung. Semakin seringnya diadakan pameran TI (teknologi informasi) dan banyaknya bermunculan merek-merek baru perangkat-perangkat TI menjadi indikasi bahwa bisnis teknologi informasi masih menjanjikan apabila digarap dengan serius. Tantangannya adalah pada kejelian membaca peluang pasar, layanan, inofasi serta differensiasi. Untuk tetap bisa bertahan di tengah-tengah kompetisi yang begitu ketat, maka setidaknya keempat komponen tersebut harus diperhatikan oleh pengembang TI. Setalah ASUS berhasil dengan EEEPC nya yang tersedia dengan berbagai varian, beberapa merek notebook besar yang selama ini fokus menggarap segmen menengah atas mencoba menggali pasar dengan menggarap pasar menengah bawah, entah bagaimanapun carannya yang penting mereka mampu menjual produk dengan harga murah dengan embel-embel merk besar yang sudah lama mereka bangun. Kemudian disusul lahirnya merk notebook baru GOODWIN yang menawarkan performa handal dengan harga terjangkau.
Yah... begitulah bisnis teknologi, sesuai dengan karakteristik teknologi yang unavoidable and unpredictable (tidak terhindarkan dan tidak dapat diprediksi) maka bisnis TI dituntut untuk selalu inofatif dan bergerak cepat.