Tuesday, July 22, 2008

Barakallahu Fiik (Semoga Jalannya Penuh Berkah Allah )

Dalam hadits Nabi dijelaskan, salah satu dari tujuh golongan yang kelak mendapat naungan Allah di hari akhir adalah mereka yang berteman hanya karena Allah dan berpisah hanya karena mencari ridla Allah.
Terhitung sejak Senin, 21/07/2008 saya kehilangan teman kerja yang jadi teladan bagi saya, Mas Supriyanto. Beliau (sekalipun kami sepantaran, saya sebut beliau sebab memang Mas Supriyanto orang yang luar biasa) memutuskan untuk pindah kerja ke Jakarta, dengan harapan menambah pengetahuan baru disana. Berat rasanya untuk berpisah dengan beliau, tetapi rasanya tidak adil apabila saya menghalanginya hanya semata-mata karena kepentingan pribadi saya.
Saya hanya berdoa kepada Allah untuk beliau "Ya Allah Engkau Maha Adil, ada hamba Mu yang taat kepad Mu Ya Allah, dia santun kepada sesama, jujur dalam berucap dan tekun dalam beribadah. Sudah saatnya dia mendapatkan perubahan hidup yang lebih baik Ya Allah. Kalau nantinya dia menjadi orang kaya, jadikan dia hamba Mu yang peka terhadap sekitar dan kuat Iman Ya Allah. Seandainya dia Engkau takdirkan menjadi hambamu yang pandai, jadikan dia hamba Mu yang tidak sombong dan mampu berbagi ilmunya kepada orang-orang di sekitarnya Ya Allah. Ya Allah.... Engkau maha tahu. Apa yang menurut dia baik belum tentu menurut Engkau baik Ya Allah, dan mungkin sebaliknya. Ya Allah.. dengan kasih Mu yang luas berikan dia yang terbaik Ya Allah... Ya Allah Ya Rabbi... Jadikan aku dan dia hambamu Fillah wa Lillah (bertemu dan berpisah hanya semata-mata mencari ridla Mu) Amiinnnn..... "

Thursday, July 10, 2008

Bingung Pilih Gubernur... Yang mana ya????

Saya bingung mo pilih pemimpin yang mana.... kalo pilih pemimpin pengusaha takutnya yang terakomodasi hanya pengusaha, klo pilih yang dari akademisi takutnya yang diperhatikan hanya dunia pendidikan, klo pilih pemimpin yang santri takutnya diajak istighosah terus, kapan ibadah lainnya (bekerja/berkarya)?? Bingung....
Memang tidak mudah untuk memilih calon yang sekiranya bisa mengakomodasi semua kepentingan, tetapi setidaknya pemimpin ideal kita nantinya memiliki perhatian yang tidak hanya bertumpu pada satu bidang saja, tetapi merata. Dan juga memiliki sifat-sifat seperti Rasulullah: Shidiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran) dan Fathonah (Cerdas). Pemimpin yang jujur dalam bekerja, memilki tangggung jawab yang besar terhadap kepercayaan yang telah diberikan rakyat kepadanya, berani menyeru kebaikan sekalipun pahit dan beresiko, serta cerdas dalam bersikap dan mengambil keputusan.